Glutton Berserker Chapter 24 Bahasa Indonesia

Chapter 24 - Keberangkatan
(Translator : 4scanlation)

Keadaan kelaparan yang akan segera terjadi telah dihindari karena memakan jiwa Hado.

Mata kananku yang berwarna merah kembali ke warna hitam aslinya ketika gelombang perasaan itu berakhir.

Lega sekali, aku tidak lagi harus memakai penutup mata. Tidak perlu lagi untuk menjelaskannya sebagai cedera ketika aku bertemu seseorang yang mengenalku.

Dengan mengalahkan Hado ―― satu dari tiga Burix bersaudara, aku merasakan satu beban yang melekat padaku telah menghilang. Masih ada dua lagi, tetapi aku belum dapat melakukan apa pun karena mereka saat ini tidak berada di ibukota.

Masih ada satu masalah lagi yaitu Roxy. Dia akan berangkat ke Gallia besok.

Mungkin hanya beberapa pelayan pilihan di rumah itu yang diberitahu tentang hal ini. Kemungkinan besar itu adalah mereka yang memerintah pelayan lainnya.

Tidak mungkin aku akan diberi tahu. Itu membuatku agak frustrasi dan telah perasaan itu menumpuk jauh ke bawah.

Yah, bagi mereka aku hanyalah manusia yang tak berdaya, jadi apa gunanya untuk memberitahuku? Kemungkinan besar, Roxy melakukannya karena pertimbangan darinya pada yang lain agar tidak mengecewakan siapa pun dan menimbulkan kecemasan.

Aku memburu beberapa goblin di sepanjang jalan, meningkatkan statistikku yang sebelumnya menjadi pada tingkat yang dapat diterima. Saat aku berjalan dalam kegelapan menuju mansion, Greed berkata,

『Kau ingin dipercaya sambil menyembunyikan identitasmu yang sebenarnya …… ​​Benar-benar arogan』

[Diam.]

『Sudah menyerahlah. Itu merepotkan. 』

[Lalu, Diamlah!]

Orang-orang yang berjalan di dekatku terkejut dan menatapku dengan tajam, karena kalimat terakhir itu dikatakan dengan suara yang agak keras. Karena tidak dapat menangani tatapan itu, aku dengan cemas bergegas kembali ke mansion.

Aku menyelinap kembali ke kamarku di dalam bagian rumah yang paling gelap itu melalui jendela di lantai pertama.

Aku melompat ke tempat tidur seperti itu, meninggalkan Greed di samping tempat tidur saat aku menutup mata untuk tidur.

Ini aneh …..

Aku tidak merasa mengantuk bahkan setelah bekerja keras untuk mengalahkan Hado.

Pikiran yang tercampur aduk tanpa henti. Setelah itu, berpikir tentang Roxy itu membuatku tidak bisa tidur sama sekali, dan pagi telah tiba sebelum aku menyadarinya.

『Fate, biarkan aku memberitahumu sesuatu yang bagus. Seorang warrior tingkat pertama dapat beristirahat kapan saja dia mau. Untuk menjadi terganggu karena sebuah pikiran belaka, membuatmu bahkan lebih rendah dari tingkat ketiga. 』

『Mengapa kau merasa kesal? Aku tidak bisa merasakan iba, tetapi kau adalah penggunaku! 』

[Diam]

『Hahaha, sepertinya kau masih punya keberanian. Di sana, menjadi terasa sangat sibuk di luar. 』

Aku begitu akrab untuk hidup sendirian sehingga aku tidak memperhatikan apa yang terjadi di luar. Aku bisa mendengar langkah kaki dari dua orang atau lebih dari koridor. Itu adalah sesuatu yang tidak biasa bagi pelayan yang biasanya sopan dan rapi di sini. Ini terdapat banyak sekali orang yang berjalan, hanya ada satu hal yang muncul dalam pikiranku.

Pagi ini, pelayan lain akhirnya akan diberitahu.

AKu bergegas turun dari tempat tidur dan keluar dari kamarku.

Melihat para pelayan yang tampak sedih memasuki bidang penglihatanku begitu aku berada di luar.

Aku juga bergabung dengan orang-orang itu dan menuju ke pintu masuk mansion.

Roxy dikelilingi oleh banyak pelayan.

Hampir semua orang di sekitarnya menangis.

Roxy melihatku yang mendekat, dan memanggilku.

[Fate, selamat pagi]

[Ini …… apa yang sebenarnya terjadi di sini?]

Dia akan berangkat ke Gallia. Aku sudah tahu itu, tapi di depannya aku masih perlu untuk bertanya.

[Pagi ini, ada perintah yang datang dari istana, memberitahuku untuk melanjutkan pekerjaan ke Gallia. Itu adalah suatu kehormatan besar.]

Bukan. Itu sudah diputuskan beberapa saat yang lalu. Sampai pagi ini …… fakta ini telah disembunyikan dari para pelayan untuk mencegah para pengikut keluarga Heart memberontak. Keluarga Heart terlalu dicintai oleh orang-orang kerajaan.

Sebagian besar perasaan itu diarahkan ke Roxy yang merupakan kepala keluarga Heart.

Menyembunyikan niatku yang sebenarnya, aku berkata,

[Gallia saat ini terlalu berbahaya. Bahkan ayah anda ……]

[Memang begitu. Tapi tempat di mana ayahku gagal, aku akan menang.]

[Berapa lama Anda akan tinggal di Gallia?]

[Karena ada banyak iblis yang berkumpul, mungkin 3 tahun seperti biasanya.]

Tidak bagus. Jika selama itu, Naga Langit pasti akan menyerang. Dia akan mati.

Itu adalah suatu bencana alam yang hidup. Membunuh orang-orang seperti mereka bukanlah apa-apa. Ksatria Suci tidak terkecuali.

[Jangan memberiku wajah yang seperti itu, aku akan baik-baik saja. Juga, aku ingin Fate tetap bekerja di sini sementara aku pergi. Dengan begitu, Burix tidak akan bisa meletakkan tangannya lagi padamu.]

[Saya juga ……]

[Fate, apa ada yang salah?]

Aku tidak bisa mengatakannya. Aku tidak bisa memintanya untuk membawaku ikut bersamanya.

Monster dengan skill Gluttony. Mendapatkan kekuatan dari memakan jiwa musuhnya … sebuah eksistensi yang menentang aturan tuhan. Di dunia ini, aku hanyalah orang hina yang berdosa.

Jika hal ini diketahui, kemungkinan besar aku akan ditolak. Dengan pikiran yang seperti itu, mulutku tidak bisa bergerak.

Meninggalkanku, Roxy segera melanjutkan perjalanannya.

Aku tidak memenuhi syarat untuk menghentikannya. Sebagai seorang pelayan di rumah ini, aku hanya bisa melihatnya pergi seperti orang yang lain.

[Fate, mari kita bertemu lagi suatu hari nanti]

[…… Ya, Semoga …… beruntung]

Roxy akhirnya meninggalkan rumah setelah mengucapkan selamat tinggal kepada semua pelayan. Bersama dengan para pelayan lainnya, aku tetap di sana sampai aku tidak bisa lagi melihatnya dari kejauhan.

Setelah itu, Roxy pergi ke distrik militer dan memimpin tentara menuju ke arah Gallia.

=====

Mengabaikan para pelayan yang masih ramai, aku kembali ke kamarku.

Greed masih terbaring di tempat tidur.

Aku harus mempersiapkan diri sekarang. Tetapi karena aku hanya memiliki satu atau dua set pakaian, Greed, dan topeng tengkorak, persiapan dilakukan dalam waktu singkat.

Kemudian ketika aku akhirnya meraih Greed lagi,

『Jadi kau telah memutuskannya.』

[Ya, aku juga akan pergi ke Gallia. Bukan sebagai pelayan …… tapi sebagai warrior bebas]

『Aku mengerti』

Ketika aku keluar dari kamar, Kepala Pelayan sudah ada di sana.

Ada semacam sertifikat di tangannya.

[Fate, ambil ini. Itu dari Roxy-sama. Surat rekomendasi untuk bekerja di wilayah Heart.]

Itulah yang telah disebutkan oleh Roxy beberapa waktu yang lalu. Namun, itu tidak diperlukan lagi.

[Maaf. Tetapi saya tidak bisa menerimanya. Saya akan hidup sebagai warrior mulai sekarang.]

Aku menunjukkan padanya pedang hitam yang diikat di pinggangku.

[Tapi …… bukankah tubuhmu lemah? Menjadi warrior itu mustahil. Ambil ini dan jangan katakan hal yang lain.]

Setelah aku dengan keras kepala terus menolaknya, Kepala Pelayan mengeluarkan 5 koin emas dari sakunya dan menyerahkannya padaku.

[Aku tidak bisa memaksamu, jadi kurasa itu tidak bisa dihindari. Ini adalah gajimu saat bekerja di sini hingga hari ini dan tunjangan pensiun. Gunakanlah dengan hemat.]

[Terima kasih atas kebaikannya hingga saat ini. Saya akan menggunakannya dengan hemat.]

Karena aku tidak punya banyak uang, emas ini telah menyelamatkanku dari banyak masalah. Dengan jumlah uang sebanyak ini aku bahkan bisa naik kereta bukannya berjalan dengan berjalan kaki.

Aku mengucapkan terima kasih kepada Kepala Pelayan, lalu aku pergi.

Dalam perjalanan, aku bertemu dengan master berkebun. Dia menggerutu [Si anak magang bodoh ini] dengan marah padaku.

Dia serius menganggapku sebagai penggantinya, dan berencana untuk membesarkanku dengan baik.

Setelah saling mengatakan selamat tinggal kami, master berkata [Jika kau merasa ingin kembali, kembalilah ke sini.] Kepadaku, yang tidak akan aku lupakan.

Setelah membungkuk dalam-dalam di depan rumah keluarga Heart, aku memulai perjalananku.

Aku berkunjung ke distrik komersial di sepanjang jalan, membeli beberapa makanan yang diawetkan. Aku adalah seorang yang gila makan, jadi ada banyak makanan diperlukan.

Oh iya. Aku juga perlu menunjukkan wajahku di sana. Jika tidak, mereka akan berpikir bahwa aku telah mati, dan pemilik bar akan menaruh bunga di kursi yang disediakan untukku.

Aku mampir ke tempat minum yang biasanya. Ini masih terlalu awal jadi toko masih sedang dipersiapkan. Apa aku datang terlalu cepat? … ..saat aku sedang berpikir, pemilik bar menunjukkan wajahnya.

[Apa 、? Ini masih pagi. Bar belum dibuka.]

[Tidak. Aku hanya datang untuk mengucapkan selamat tinggal.]

Mendengar hal itu, Penjaga bar memiliki ekspresi yang tak terlukiskan, lalu kembali ke toko. Apa yang akan kau lakukan….? Setelah menunggu beberapa saat, dia kembali dengan sebotol anggur.

[Ini, hadiah perpisahan. Anggur yang sering kau minum, kesukaanmu, kan?]

Aku langsung tertawa. Aku memang meminum anggur tetapi bukan karena aku menyukainya. Penjaga bar juga tahu ini, jadi ini lebih merupakan lelucon jika benar.

[Datanglah berkunjung lagi lain kali. Pada waktu itu aku akan melayani dengan anggur yang berbeda dari yang satu ini.]

[Ya terima kasih banyak.]

Aku menerima botol itu dan memasukkannya ke celah di dalam tasku. Tas itu sudah diisi sampai penuh hingga sepertinya tas itu akan meledak keluar.

Dengan enggan mengucapkan selamat tinggal pada tempat aku minum yang biasanya, Aku bergegas pergi.

Aku sekarang sudah keluar dari distrik komersial. Dari sini, kami akan pergi ke Gallia dengan cara menumpang naik kereta kuda.

Agak terasa nostalgia saat aku berdiri di sini. Kereta kuda bergerak masuk dan keluar, prajurit yang sedang merekrut anggota untuk berburu goblin.

Rasanya seperti sudah lama sejak aku pertama kali mendapatkan Greed ―― dan mulai berburu goblin di sini.

Setelah menyelesaikan prosedur untuk naik di kereta, aku melihat kembali ke arah istana. Aku adalah seorang penjaga gerbang, dan semuanya dimulai ketika aku membunuh pencuri itu.

Dan sekarang, aku akan melakukan perjalanan ke Gallia, asal muasal monster di kerajaan ini.

Jika aku mengatakan bahwa aku adalah mantan penjaga gerbang istana, apa yang akan dipikirkan oleh orang-orang? Mungkin mereka akan mengataiku sebagai orang bodoh.

[Penumpang tercinta! Kita akan segera berangkat!]

Kereta kuda itu membawaku meninggalkan ibu kota kerajaan Seyfat.

Ada banyak kesulitan, tetapi ada juga kenangan berharga di sana, di tempat itu.

Aku akan kembali ke sini lagi suatu hari nanti.

Sampai saat itu tiba, selamat tinggal …..