Glutton Berserker Chapter 3 Bahasa Indonesia

Chapter 2 - Memeriksa Skill
(Translator : 4scanlation)

Aku kembali ke rumah, di mana aku membasahi kain dengan air yang ku ambil dari sumur dan kemudian memberishkan tubuhku.

Aku akan pergi ke tempat tinggal Roxy besok. Entah apakah penampilanku akan sedikit lebih baik dengan ini? Aku menyalakan lilin dan melihat ke cermin yang rusak.

Itu tidak banyak berubah? Pakaian usang dengan beberapa tambalan, tidak ada gunanya mengkhawatirkan penampilanku sekarang.

Aku menyerah dan kemudian berbaring di tempat tidur yang terbuat dari jerami. Aku mendongak ke langit-langit yang telah penuh dengan bekas kebocoran hujan, dan mengingat apa yang terjadi hari ini. .

Aku menerima tindakan yang kejam dari kelompok Rafal di pagi hari. Namun, setelah menjatuhkan para pencuri bersama Roxy di tengah malam, aku diajak bekerja untuk Keluarga Heart. Ini adalah cerita yang seperti mimpi.

Tiba-tiba, aku teringat akan suara yang kudengar setelah aku membunuh si pencuri.

Jika aku tidak salah, itu mengatakan bahwa statusku telah ditambahkan.

Skill Appraisal dan Skill Pembacaan Pikiran telah ditambahkan … dan ada lagi yang lainnya? Aku lupa. Meski begitu, Appraisal adalah Skill yang tidak biasa, aku bisa mencari informasi tentang hal-hal yang ada di dunia ini.

Dengan Skill ini, hidupku mungkin telah berubah menjadi lebih baik.

Aku berdoa dengan tenang dalam pikiranku. Lalu,

Fate Graphite Level 1

Endurance: 121
Strength: 151
Magic: 101
Spirit: 101
Agility: 131
Skills: Gluttony, Appraisal, Mind Reading, Concealment, One-handed sword mastery

 

Status dan Skillku muncul di kepalaku.

[Eee! Apa ini!]

Tenanglah, aku.

Pertama-tama, aku hanya melihat statusku. Awalnya, status-statusku harusnya sangat dekat dengan 1.

Itu ada dalam tiga digit sekarang. Dengan kekuatan ini, aku harusnya bisa melawan monster kelas rendah.

Berikutnya adalah Skillnya. Aku seharusnya hanya memiliki Gluttony/kerakusan. Tapi, saat ini ada Appraisal, Mind Reading, Concealment, dan penguasaan pedang satu tangan. Aku tidak percaya ini …

Namun, karena aku dapat melihat status dan skillku, ini adalah bukti bahwa aku memiliki Skill Penilaian.

Oi, jika aku memiliki skill ini, aku dapat mengalihkan pekerjaan dari penjaga gerbang menjadi ke pekerjaan sebagai seorang penilai. Tidak sembarang orang bisa menjadi penilai sehingga bayarannya cukup bagus. Oh, apa yang terjadi?

Tenanglah, aku.

Aku menggunakan Appraisal dan memeriksa skill lainnya.

Mind Reading: Mengungkapkan dan membaca pikiran subjek yang bersentuhan denganmu.

Concealment: Menyembunyikan skill dari penggunaan skill Appraisal ..

Penguasaan Pedang satu tangan: Kekuatan ofensif dengan pedang satu tangan meningkat. seni bisa digunakan

Aku menyadari kemampuan Membaca Pikiranku. Saat Roxy meraih tanganku, suaranya terdengar karena skill ini diaktifkan.

Dari pertimbangan berbagai hal, akhirnya aku sampai pada kesimpulan. Atau lebih tepatnya, saat aku membunuh pencuri itu, suara anorganik itu memberiku jawabannya. Jawaban saat skill Gluttony diaktifkan.

Penyebab fenomena ini, Gluttony yang merupakan skill yang kupikir tidak akan bisa kugunakan sama sekali.

Aku menggunakan Appraisal dan memeriksa skill Gluttony lagi.

Gluttony: Menjadi lapar.

Ya, aku mengerti sekarang. Ini adalah gambaran yang sama dengan yang ditemui Penilai di desa asalku. Dengan kata lain, skill ini memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak bisa dilihat oleh para pengguna Appraisal.

Kekuatan untuk melahap jiwa pengguna yang telah dibunuh, dan mengambil skill korban sebagai pengguna itu sendiri. Sebagai efek samping, itu mengisi perut pengguna ..

Ini adalah skill yang bisa memperkuat diriku dengan cepat tergantung seberapa banyak aku menggunakannya. Namun, aku tidak bisa menjadi pembunuh. Lalu, apa yang harus kulakukan?

Jawabannya mudah. Ada banyak monster di pinggiran Ibukota Seyfar. Aku hanya perlu mengalahkan mereka dan kemudian menyerap kekuatan mereka.

Suatu hari, setelah aku menjadi lebih kuat dari Ksatria Suci, aku akan membalas dendam pada kelompok Rafal dan Keluarga Burix.

Sementara aku memikirkannya, aku terdorong oleh perasaan ingin pergi berburu monster sekarang.

Namun, itu masih gelap. Pergi berburu sekarang itu berbahaya. Aku perlu tidur nyenyak dan pergi berburu besok pagi.

Sebenarnya, aku perlu bekerja sebagai penjaga gerbang sebagai pengganti kelompok Rafal, tapi ayo kita abaikan saja. Aku tidak perlu mematuhi instruksi mereka lagi.

Aku memiliki Roxy-sama sebagai atasanku yang baru. Sejak aku akan ditanyai oleh ayahnya besok siang, aku harus kembali ke Ibukota saat itu.

Lalu, selamat malam! Saat aku memejamkan mata, kesadaranku memudar dalam sekejap mata.

=====

Aku terbangun dengan kicauan burung dan nyanyiannya, memperbaiki rambut ditempat tidurku dan melihat ke cermin yang rusak, menggosok gigiku dengan dahan pohon, dan kemudian berdandan.

Aku mengeluarkan tas kulit kecil yang tersembunyi di celah dinding yang retak. Dua koin perak ini adalah semua kekayaan yang kusimpan dalam lima tahun terakhir. 100 batang tembaga berharga sama dengan satu koin perak. Omong-omong, satu koin emas, yang belum pernah kudapatkan sebelumnya, bisa ditukar dengan 100 koin perak.

Yang lain akan tertawa jika mereka tahu tentang dua koin perakku, namun aku telah berjuang dan berdarah darah untuk menyimpan sebanyak ini. Uang ini awalnya disimpan sebagai dana pelarian untuk saat aku akan dibunuh oleh kelompok Rafal.

Untuk saat ini, mari kita tidak khawatirkan itu lagi. Dengan ini, aku bisa membeli peralatan untuk melawan monster.

Sekarang, aku memegang dua koin perak dan lari keluar dari rumah kumuhku.

Ibukota Seyfar terdiri dari empat divisi. Setiap kabupaten dibagi ke timur, barat, utara dan selatan, dengan kastil istana di tengahnya.

Distrik Ksatria Suci (Timur): Di sinilah orang-orang kelas atas dan Ksatria Suci di negara ini tinggal.

Distrik Perumahan (Barat): Dimana orang biasa sepertiku tinggal.

Distrik Perdagangan (Selatan): Banyak toko seperti gudang senjata, toko umum, restoran, dll, membuka bisnis mereka di sini.

Distrik Militer (Utara): Area pelatihan Ksatria Suci dan juga di mana baju besi khusus mereka dikembangkan.

Dari divisi semacam ini, kita dapat melihat seberapa banyak perlakuan istimewa diberikan kepada Ksatria Suci.

Tempat yang akan kukunjungi sekarang adalah tempat yang paling ramai di Ibukota, kawasan Perdagangan.

Setelah melewati daerah pemukiman dan mengarungi kerumunan orang, aku memasuki kawasan perdagangan, dilapisi dengan bangunan yang terbuat dari bata merah.

Sekarang, pergi ke gang. Di sini, kios-kios itu berbaris sepanjang jalan, dengan suara-suara yang kuat memanggil orang-orang yang lewat.

Ini normal di kawasan perdagangan.

Mengapa aku datang ke tempat ini? Danaku hanya dua koin perak. Dengan ini, aku hanya bisa membeli senjata usang.

Dan, dengan penampilanku saat ini, aku tidak akan bisa masuk ke toko baju besi kelas tinggi.

Jadi, aku datang ke pasar loak yang mengumpulkan berbagai barang yang tidak dibutuhkan oleh orang lain lagi.

Aku mencari senjata bekas di pasar terbuka ini. Lalu, seorang pria paruh baya memanggilku dengan lembut. Dia menunjukkan wajah tersenyum yang ramah.

[Pelanggan yang terhormat, apakah kau mencari senjata?]

[Kau sepertinya mengertiku dengan baik]

[Itu karena aku telah melakukan bisnis ini selama bertahun-tahun, Kau datang dari sisi lain hanya dengan melihat kearah senjata dan tidak melihat hal lain.]

Orang ini cukup tajam. Jadi ini seorang pedagang?

Aku sedikit terkejut.

[Bagaimana? Apakah kau ingin memeriksanya?]

Ada banyak armor yang dipajang. Ini pertama kalinya aku melihat begitu banyak dari mereka yang diatur seperti ini.

Mungkin ada senjata yang cocok buatku. Aku mengangguk dalam diam pada kata-kata pemilik toko.

[Lalu, bolehkah aku tahu berapa anggaran danamu?]

Dan kemudian, setelah pemilik toko mendengar jumlah uang yang kumiliki, sikapnya segera berubah.

Tidak terlihat kelembutan dari wajah pemilik toko lagi. Itu seperti mata Rafal yang memandang rendah orang lain.

[Tsk, seperti yang kuharapkan, orang miskin. Keramahanku terbuang. Hora, karena kau hanya memiliki dua koin perak, kau hanya bisa mendapatkan senjata sampah disudut sana. Itu mungkin sesuai denganmu]

Sudah jelas bahwa aku tidak punya cukup uang untuk membeli senjata yang layak. Bahkan jika aku merasa jengkel saat berhadapan dengan pemilik toko ini dan pergi ke yang lain, hal yang sama akan terjadi lagi. Dalam hal ini, karena masih ada berbagai macam senjata sampah disini, akan lebih bermanfaat membeli senjata dari toko ini dimana aku dapat lebih banyak memilihnya.

Dengan menggunakan skill, aku memeriksa senjata usang itu dengan tanganku. Kebanyakan dari mereka telah mencapai batas daya tahannya, nampaknya mereka akan hancur setelah aku menggunakannya beberapa kali.

Dan kemudian, ketika aku mengambil sebuah pedang hitam tua, sebuah suara mengalir ke kepalaku.

(Belilah aku, aku tidak akan pernah membiarkanmu kalah.)

Yang kudengar adalah suara yang samar dari seorang pria.

=====